EHEM…

EHEM…

EHEM…

EHEM…

EHEM…

EHEM…

EHEM…

EHEM…

Belakangan ini saya sedang senang dengan 3 hal. Yang pertama adalah bernafas, yang kedua adalah makan dan yang ketiga itu, Hmm… Menggambar.

Jika kamu mau tahu alasannya, baiklah saya kasih tahu gejrot.

Untuk hal yang pertama dan kedua saya rasa kamu juga pasti tahu kan alasannya (yaiyalah kalo gak nafas dan makan saya bisa meninggal). Oleh karena itu, baiklah saya akan langsung memberi tahu yang nomor 3 saja. boleh kan?

Ehem.. Yakin mau langsung nomor 3 aja nih, masih ada waktu buat memilih, lho. mau nomor 3 aja atau mau yang di saku Uya Kuya?

Apaansi~

So,

Akhir-akhir ini saya sedang merasa jenuh dengan rutinitas, dan saya merasa perlu untuk melakukan sesuatu yang saya sukai untuk sedikit menghilangkan kejenuhan tersebut. Yap, biasanya saya menghilangkan kejenuhan dengan 2 cara, menulis atau menggambar, tapi untuk saat ini saya lebih memilih untuk menggambar, karena hari-hari saya sudah penuh dengan kegiatan menulis sesuatu (karena pekerjaan saya yang berkaitan dengan membuat tulisan –Content Writer–). Saya hanya tidak ingin mengubur tanah dengan tanah lagi, maka saya memilih pasir untuk mengubur tanah tersebut yang pada hal ini adalah Menggambar.

Saya menggambar apa saja dan foto siapa saja, bahkan pada suatu malam, secara random saya memilih 3 orang dari teman-teman di twitter (yang saya tidak kenal) untuk saya buatkan gambar. Walaupun masih banyak yang meminta dibuatkan gambar juga, tapi saya rasa cukup dulu, karena saat itu saya sedang mencoba sebuah eksperimen. Dan ya, hasilnya, kebanyakan orang menyukai jika digambarkan…. secara gratis.

YAIYALAH GRATISAN SIAPA YANG GAK MAU!

Oke!

Saya rasa cukup basa-basinya. Karena sebenarnya pada tulisan kali ini saya ingin melibatkan atau lebih tepatnya membutuhkan bantuan dari kamu;yang membaca tulisan ini– untuk membantu saya mewujudkan project pribadi saya.

Yap, saya punya project pribadi, sesuai dengan visi misi awal saya menggunakan nama ‘shamposachet’ di dunia maya (oke, saya tidak akan memberi tahu apa arti sebenarnya dari username ‘shamposachet’ karena itu masih rahasia dan tidak penting).

Baiklah saya akan coba jelaskan dengan metode Question and Answer saja

Q: Lo mau buat apa, Kay? Dan nama Projectnya apa?

A: Ehem… sebut saja project ini dengan sebutan “Bayar saya dengan kebaikan”.

Q: Maksudnya?

A: Oke saya jelaskan, seperti yang saya tulis di atas, bahwa saya sedang melakukan sebuah percobaan dengan menggambarkan secara random teman-teman di twitter. Kesimpulannya adalah semua orang suka digambari, apalagi gratisan. Tapi sebaliknya, saya tidak suka menggambari orang dengan gratisan.

Q: Pelit Lo, Kay!

A: Yakali, lu kata gua gambar bisa sambil tidur, kan pake tenaga dan gua dulu belajar gambar juga gak gratis, bang!

Q: Oke, Oke terus “Bayar dengan kebaikan” itu gimana maksudnya?!

A: Nah, karena people suka sama yang gratisan dan saya tidak suka, maka saya ingin membuat sebuah kesepakatan. Kesepakatannya gini “kamu saya gambari, tapi kamu bayar saya dengan sebuah kebaikan ; yang harus kamu lakukan kepada orang lain”. Gitu~, Deal?

Q: Deal aja sih. Tapi melakukan kebaikannya gimana caranya? Dan apa buktinya juga buat lo kalo kita udah melakukan kebaikan itu?

A: Ya, kamu hanya perlu melakukan sesuatu yang baik, dan tidak perlu sesuatu yang besar juga. Misalnya kamu bisa membantu nenek-nenek menyebrang jalan, atau kamu membelikan sebungkus nasi uduk kepada homeless di jalan yang kamu temui, atau apapun.

Buktinya? Ya kamu bisa foto lalu kirim ke saya atau chat saya dan ceritakan bahwa kamu sudah melakukan hal itu. perihal hal itu kamu benar lakuin  atau tidak, itu urusan kamu dengan Tuhan-mu. So Simple, Rite? 🙂

Q: Nanti jadinya Riya dong~?

A: Kirim foto atau ceritanya ke saya saja, tidak perlu kamu sebar di sosial media yang kamu punya. Mudah-mudahan itu tidak termasuk kedalam Riya.

Q: Tapi nantinya kita jadi pamrih dong, berbuat baik karena mau digambarin doang?

A: Menurut saya sih itu tergantung, lagian bukankah kita beribadah juga biar bisa dapat pahala dan masuk surga kan? Coba jika surga dan neraka tak pernaaah ada? Masihkah kau~ ehehe~ lagian esensinya bukan itu kok, saya Cuma mau kita sama-sama berbuat baik. Itu saja.

Q: Oke Oke. Tapi kalo kita gak tau mau berbuat kebaikan apa gitu, gimana?

A: Dari awal saya tidak minta sesuatu hal yang besar, lakukan dari hal yang kecil saja, misalnya membantu Ibu membereskan rumah, atau yang lebih mudah, kamu bisa bantu share tulisan ini di sosial media kamu atau di teman-teman gaulmu. Cukup Itu aja dulu. Masih bingung?

Q: Masih sih, misalnya beneran gak tau atau males nih mau ngelakuin apa-apa?

A: Meninggal saja kamu ehehe~ enggak enggak bercanda. Baiklah, kalau kamu malas melakukan apapun, kamu bisa bayar saya seikhlasnya. literally seikhlasnya. Boleh sepuluh ribu, lima puluh ribu, atau bahkan seribu juga boleh asal kamu ikhlas. Karena nantinya uang hasil bayaran tersebut, Insya Allah akan saya kumpulkan untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Q: Serius? Alah, nanti juga uangnya lu pake sendiri palingan!

A: Kebetulan saya punya pekerjaan dengan gaji rutin setiap bulan, dan kayaknya itu cukup buat uang makan saya dan keluarga kok. hehe~ lagian saya kan orkay. (apaan!)

Q: Emmm… mulai kapan nih “Bayar dengan Kebaikan” ini?

A: Mulai dari saat kamu selesai baca tulisan ini dan sampai waktu yang tidak saya batasi.

Q: Gambarnya bebas, gambar apa aja?

A: Iya, tapi kamu juga harus mengerti saya bisanya gambar apa, gak tiba-tiba ujug-ujug kamu minta gambar pemandangan Dufan sama isinya. Itu mah mending kamu ke Dufan terus kamu foto aja! Kelar! Ya.. gambar yang wajar dan yang biasa saya buat saja (Contohnya bisa dilihat di instagram saya di @shmpscht)

Q: Terus?

A: Yasudah itu saja, Oia nanti setiap gambar yang udah saya buat, akan saya posting di Instagram saya dengan caption yang akan saya tulis dengan kebaikan yang kamu lakukan tapi dengan tanpa saya sebutkan namanya. Dan pastinya terlebih dulu atas persetujuan si ‘pembuat kebaikan’ nya nanti.

Q: Terus, lo sendiri, kebaikan yang lo lakuin apa? ngegambarin doang?

A: Kan dari awal saya sudah bilang bahwa teman-teman banyak yang senang digambari, dan bukankah dengan membuat mereka senang, itu juga sebuah kebaikan?

Q: Oooohhh gitu… Oke deh. Oia kalo kita mau nanya-nanya bisa kemana?

A: Jika masih ada yang kurang jelas, Tanya saya di email shamposachet@gmail.com atau di LINE saya @shamposachet .

Q: Oke deh!

A: Sip!

Dan untuk menutup tulisan ini, saya ingin menegaskan lagi bahwa sebenarnya setiap dari kita pasti punya naluri ingin berbuat baik, Cuma terkadang yang terpikir adalah kebaikan dalam hal-hal yang besar, dan yang kecil suka sengaja atau tidak sengaja diabaikan. Padahal saya percaya dengan satu kalimat yang saya pernah dengar dari seorang teman bahwa “Sebuah garis panjang merupakan kumpulan dari titik-titik yang kecil”

Harapan saya dari melakukan hal ini adalah setiap orang mau berbuat baik dan menyebarkan kebaikan, karena akhir-akhir ini sudah terlalu banyak orang-orang yang menyebarkan ‘ketidak-baik-kan’ sampai banyak ditirukan yang bahkan oleh anak kecil yang tidak tahu apa-apa. sad 🙁

Dan saya akan terima konsekuensi akan semua sebutan dengan awalan ‘sok’ dari orang lain. Seperti Sok Baik, Sok Care, Sok Breaker, atau Sok Suci O-o-o-o Gue bukan ustad!, Ya tapi gak apa-apa, yang penting saya  juga bisa menjalani kesukaan saya dalam menggambar. Hehe~

Dan terakhir,

KALO HAL YANG BURUK BISA DISEBARIN, KENAPA YANG BAIK ENGGAK?

Regards~

Kay

23 comments on “BAYAR SAYA DENGAN KEBAIKAN”

  1. Jadi pengen beliin obat batuk buat bang kay.
    hhmm..
    MasyaAllah, project yang bagus, yang umur-umurnya udah banyak emang udah waktunya buat project yang bisa diambil manfaatnya di akherat kaya gini. Hamdalah..
    Sukses bangkay dengan projectnya. Gambarin adibah ica kaleee

  2. Ini beneran kalo aku share cerita baik bakalan digambarin wajah tampanku ini jadi vector, Kay?

    Masya Allah. Orkay yang satu ini bener-bener panutanku. Nanti agak siangan aku share ceritanya, ya. Semoga bisa menginspirasi orang lain. :))

  3. Kereennn bg….
    Dulu waktu semester 1 di kuliah agama (dan sekarang gue entah semester berapa), asisten gue cerita kalau ada sebuah film “pay it forward” tentang seorang anak yg melakukan kebaikan pada 3 org trus tiga org tersebut melanjutkan melakukan kebaikan pada 3 org, begitu seterusnya, hingga akhirnya kebaikan itu kembali pada si anak….

    Pengen ikutaannnn proyek ini… tunggu gue yaa….

  4. Uwuwuwuw abang kay, ku udah lama irik sama gambar-gambarnya bangkay 😀 . . Oke ikutan ah, eh tapi kalau di sebarin di grup dikasih taunya line atau ig, bisa via whatsapp aja bang?

  5. Wadaw filsuf (baca: pecinta kebijaksanaan) asal Bekasi yang menetap di Bintaro ini sungguh mulia pemikirannya. *Sembah*

    Pengin banget ikutan project ini, tapi masih belum terpikirkan mau ngelakuin apa. Kalo bayarin makan diri sendiri termasuk kebaikan bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *