Category: my opinion

AWKARIN OR AW KEREN?

Ehem… (8x)

Beberapa hari lalu, dunia internet dipenuhi oleh konten berupa sumpah serapah, jokes satir, atau artikel-artikel ‘keren’ yang dibuat oleh para netizen budiman. Yang di mana semuanya hampir membahas satu nama, yaitu ‘Karin Novilda’ atau yang dikenal dengan nama ‘Awkarin’. Cewek berusia 19 tahun yang  membuat satu video blog a.k.a vlog tentang putusnya ia dengan pacarnya yang berusia 16 tahun bernama Gaga—yang katanya putus tepat di hari ulang tahun si pacar and I really don’t care, absolutely–. Yang hubungan tersebut sudah berjalan cukup lama. lama sekali, yaitu 5 bulan.

Kemudian hal itu menjadi viral, semua orang membahas dan membuat konten tentang Awkarin dan bahkan sempat juga menjadi Trending Topic di twitter.

Aw.. Karin Keren!

Menyedihkan? Mungkin bagi fans dari Awkarin (yang sebagian siswa SMP-SMA, bahkan SD Mungkin) itu adalah sebuah kesedihan hakiki, dimana sebuah hubungan yang mereka sering sebut ‘aaakk #RelationshipGoals banget~’ itu harus berakhir dengan DRAMAtis. Yap, DRAMA yang perlu ditulis dengan menekan capslock selama 4 jam. dengan tumit tentunya.

Saya sendiri (iya saya memang sendiri) Setelah menonton video tersebut sempat meneteskan air mata, tetapi lewat hidung, atau boleh disebut air hidung, atau jika lebih dimanusiawikan sebut saja pilek. Karena… saya tidak tahu dimana bagian sedihnya. Sumpah. Justru lebih sedih ketika saya beli mie instan di warung tapi harganya 4000 satu bungkus.

Kampreto memang si ibu warung, dengar-dengar dia sudah 15 kali umroh. Huh!

Tetapi pada tulisan ini, saya tidak ingin membahas tentang kandasnya hubungan itu lebih lanjut. Karena saya merasa tidak punya kapabilitas atau hak untuk mengomentari perasaan seseorang yang ditinggal oleh kekasih tercinta lovely bunny sweety lala po~ itu. Hanya saja saya sebagai seorang pengguna internet dan salah satu follower di IG-nya Awkarin (saya follow sudah lama, karena Feednya bagus) merasakan sebuah kegelisahan, yang saya rasa kegelisahan ini harus diungkapkan dalam bentuk tulisan–yang tidak penting-penting amat ini–. karena seperti pada awal saya berniat terjun ke dunia blogging atau tulis menulis. Bagi saya menulis adalah menjawab sebuah kegelisahan.  haseek~

(more…)

Hal penting yang tidak penting

Halo…
Selamat hari minggu Gaes.. Gaes LPG.
Gue baru aja bangun biduk rumah tangga tidur, dan bangun tidur kali ini di sponsori oleh lagunya Band Hijau Daun yang “SUARAAAAA DENGARKANLAH AKUU APA KABARNYAA? AM FAYN TENGKYUUU!”.  
gitu kalo gak salah.
Lagu tersebut disetel adek gue yang kecil (namanya Aldi) kenceng banget pake VCD, gue yang lagi mimpi sama indah mendadak kaget, kebangun terus joget.
‘asik juga nih lagu’
Lalu dengan iler yang masih menghiasi pelipis bibir, gue buka twitter, online bentar dan sedikit baca-baca beberapa informasi penting.
Hasil informasi yang gue dapet pagi ini adalah: 
  1. Kampanye sudah memasuki masa tenang.
  2. Zarry hendrik buka akun (lagi).
  3. Kulit sisa sunatan manggis kini ada ekstraknya.
Ngg…
Eh, abis buka twitter dan baca-baca, gue pun laper, gue ke dapur, buka kulkas, masak Indomie, baru makan semangkok terus gue inget kalo gue lagi puasa, gue nangis, gue salah, gue nyesel.
Gue nyesel, kenapa ingetnya pas gue belum minum?!!
SEREEETTTTTTT!!
Btw, ini emang gak ada hubungannya, tapi…
Setelah kejadian ‘menyesalkan’ itu gue jadi kepikiran buat nulis diblog (yakan gak ada hubungannya)
Kali ini gue mau nulis hal yang gak penting ini yang baru aja gue temunin ditwitter tadi pagi, semoga bisa jadi penting.
Ini…

1. Kampanye Pilpres sudah memasuki masa tenang.
Gue pribadi sih merasa ini penting, karena apa? Karena menurut gue, segala kampanye di twitter itu hampir semua bentuknya menuju kearah sarkasme dan lebih ke annoying.
misalnya…
Yang mendukung calon ini dengan pendukung calon yang lain, saling menghujat, menjelek-jelekan, tuduh-tuduhan. Saling menghina. Yang ini begini yang itu begini, yang ini ninini yang itu tututu yang ini yang itu… (malah jadi lagu Benyamin)
Yang nge-buzzer para Capres saling mencari dan menuai fakta ditemlen, mengungkap peristiwa kelam dan kesalahan-kesalahan masa silam, kadang ada fakta yang beneran aktual, tapi tidak sedikit juga fakta yang diambil dari hasil terkaan, hasil menyimpulkan sendiri.  Failed!
Dan,
Yang punya pacar tetep saling sayang-sayangan, kangen-kangenan, cium-ciuman, grepe-grepean ditemlen. norak, ngeselin.
ANNOYING!!
Padahal sih menurut gue, semua kan punya hak untuk memilih siapapun calon presidennya yang menurut mereka terbaik, tapi tunjukin caranya dengan yang baik pula. Bukan dengan saling menjatuhkan, menghujat dan menghina.  
Bukankah tidak menyukai sesuatu bukan berarti harus menjelekan sesuatu?
Lagipula asas dasar pemilu kan “LUBER = Langsung Umum BEbas Rahasia”. Lalu kalo semua sudah ditunjukan di khalayak ramai, di aplikasi chatting, di sosial media, lalu dimana RAHASIANYAAAAA??!
Jadi mending gini…

Dan karena sekarang sudah mulai memasuki masa tenang kampanye, gue harap semua lapisan masyarakat didunia nyata maupun didunia maya untuk berhenti melakukan tindakan-tindakan annoying lagi, para pendukung, timses dan para jurkam juga sudah mulai untuk bergerak menghilangkan semua atribut-atribut kampanye yang berserakan dijalan. Dan tak lupa Juga para pengguna avatar terbelah dua. Saya harap avanya bisa dipersatukan kembali, jangan biarkan mereka terpecah belah.
Mari dukung pemilu yang jujur, adil, aman dan bersih!
Dan Siapapun nanti yang jadi Presiden di Negara ini semoga dapat memegang amanah dari masyarakat dan menciptakan kesejahteraan dan kedamaian dalam berwarga Negara. Amin.
Uwuwuwuw ~~~/
IN DO NE SIA !! *brak brak, brak brak, brak*
*** 
2. Zarry hendrik buka akun (lagi).
Ada yang tau Zarry Hendrik? Dia stand up comedian dari Bekasi, Kopites (fans Liverpool), penulis, selebtwit yang suka minta twitpic bidadari yang kece-kece. Tapi gue gak follow. Hehe.
Episode 1.
Dulu dia sempet tutup akun karena membuat satu tulisan di tumblr nya yang agak menimbulkan kontroversi di twitter, judulnya ‘Alasan kenapa gue pilih Prabowo’. Dengan pengetahuan politik yang masih dangkal, doi nge post tentang opininya tentang Prabowo. Lalu setelah beberapa saat postingan tersebut muncul, langsung muncul pula beberapa orang yang mengecam pendapat Zarry tersebut, malah ada yang langsung membalas tulisan itu dengan tulisan lain, yang ngebantah total tulisan si Zarry.
Itu sempet rame, dan gue juga sempet ngikutin dan baca tulisannya.
Lalu karena mendapat berbagai macam serangan, Zarry pun menghapus tulisannya, dan dia tutup akun.
…bersambung
Setelah tutup akun, malah makin banyak yang nyerang dia. Bilang dia cemen lah, penakut lah, ganteng lah. Pokoknya apapun deh.
Dan setelah beberapa hari, tiba-tiba akunnya aktif lagi dan dia langsung menjelaskan permasalahannya, malah katanya dia sudah bertemu langsung dengan orang yang membalas tulisannya dengan tulisan tersebut (kalo gak salah namanya Arman Dhani. cmiiw).
Zarry ngaku salah, Mereka damai, Masalah selesai tapi Liverpool gak juara liga.
Tamat.
Episode 2.
Gue gak tau kenapa tiba-tiba pas lagi buka twitter kok temlen rame bahas ‘TAS MAHAL’, lalu ada seorang temen twitter yang ngetwit.
“dulu kalo TL rame, berarti ada mainan hestek. Sekarang kalo TL rame, berarti Zarry Hendrik lagi tutup akun.” -@dimastayo
HAH, ZARRY HENDRIK TUTUP AKUN (LAGI)??? wesbyasa…
Muncul pertanyaan dibenak gue, “ngapain (lagi) tuh orang? Bikin kisruh apa(lagi)? Jangan-jangan nge’buzz berlebihan tentang prabowo (lagi)? Atau jangan-jangan dia gak tutup akun, tapi (lagi) ‘diamankan’?
Gue kepoin semua yang lagi bahas dia, tapi gak nemu jawaban yang pasti, yang gue tau semua orang yang lagi bahas Zarry hendrik pasti ada kata ‘TAS MAHAL’.
Tapi (kayaknya) dari hasil kesimpulan gue yang perlu dikoreksi, di twitter doi ngecengin twitpic Ibu Jokowi lagi nenteng tas mahal. Lalu doi diserang (lagi) dan tutup akun (lagi). 
Yaelah (lagi).
…bersambung
Lalu tadi pagi pas buka twitter ada retwitan orang dari dia,
Lah kok, Zarry udah buka akun (lagi) ?
Gue buka temlennya, gue kepo. Ditwitternya bertebar link Tumblr tentang tulisan dia yang menjelaskan segala permasalahan dan alasan dia menutup akun. Gue udah baca. Lumayan make sense sih. Gue sedikit banyak setuju sama apa yang dia tulis.
(Kalo kepo tulisannya, cari sendiri ya, usaha. Karena usaha itu ibadah juga lho. Hehe.)
Tamat.
‘bro, penting ya bahas beginian di blog lu?’
Sebenernya sih enggak, enggak sama sekali, emang zarry siapanya gue. Kenal juga kagak!
‘terus?’
Maksud gue menulis ini adalah…
Kita harus mengenali siapa diri kita dimata publik. ketika kita sudah mulai ‘berpengaruh’ didalam bermasyarakat (dalam kasus ini Zarry Hendrik adalah public figure dan selebtwit dengan followers 162k. jelas doi berpengaruh dengan para followersnya.) seharusnya lebih bisa menyaring pembedaharaan kata, gak bisa lagi asal nyeplos, karena salah ngomong atau salah nulis dikit masalahnya gak se-sedikit itu.
Pendapat dan opini kita akan berdampak sama opini orang lain yang berbeda sudut pandang, kalo gak pinter-pinter nyaring, ya akibatnya bakal besar, malah mungkin buruk.
Pada kasusnya, Zarry mendukung Capres pilihannya dengan caranya, yang menurut dia tidak ada yang harus dipermasalahkan. Tapi beda dengan orang yang beda opini dan cara pandang dengan zarry, bagi orang lain Ini suatu masalah dan mesti dipermasalahakan.
‘Tapi kenapa bisa serame itu, toh Cuma tulisan doang?
Ya, seperti tadi gue bilang, itu Karena Zarry termasuk orang yang ‘berpengaruh’ didunia maya (twitter). Twitter itu punya efek yang sangat besar loh dalam hal apapun. Informasi yang ada disana sangat-sangat gampang tersebar luas. Sekali lagi, Zarry adalah seorang selebtwit dengan followers 162k lebih, apapun yang dia twit itu bisa dibaca orang sebanyak itu dan bisa berpengaruh buat followersnya.
Contoh simple pengaruh Zarry :
Zarry ngetwit: “Bidadari kalo mau tidur wajahnya gimana ya? Penasaran.”
Efek: puluhan followers cewek cantik ngirim twitpic muka mau tidur ke Zarry, followers cowoknya Cuma bisa ngelap iler dan bergumam “taek, zarry enak banget.”
Nah itu kenapa gue bilang kalo Zarry itu termasuk orang ‘berpengaruh’, lah Coba kalo gue yang nulis atau ngomong. boro-boro ngaruh atau dibahas, didengerin juga kagak. SIAPA GUEEE!!! ;(
Tapi untuk semua sih, alangkah baiknya kalo kita jaga bicara dalam berbagai hal, beropini boleh, tapi harus didasari dengan alasan yang kuat dan jangan sampai menyinggung beberapa pihak. #hazeeg #yoimamen.
Ingat, mulut mu harimau mu. Kalo mulut mu bau, jangankan orang, harimau juga males. #apasih
***
    
    3. Kulit sisa sunatan manggis kini ada ekstraknya.
Menurut gue ini yang paling enggak penting. Kalo gak percaya. coba test deh, lo kirim broadcast atau pesan ke temen BBM atau aplikasi Chatting lain dengan kalimat
“Hei, ada kabar gembira untuk kita semua…”
coba aja, kalo temen lo humoris pasti bakal ada jawaban yang lucu-lucu. Kalo beruntung, malah bisa bikin ngakak.
Yang jadi pertanyaan penting buat gue adalah :
Kenapa kulit manggis ada ekstraknya bisa disebut kabar gembira untuk kita semua? Kenapaaa? menurut gue, kabar gembira itu adalah gaji kerja bulan ini ditaikin dan THR dikasih 2 kali lipat, itu baru kabar gembira.
Atau yang lebih simple, menjelang lebaran harga pacar di pasaran itu di diskon besar-besaran, untuk mengatasi kegalauan para jomblo yang dihari lebaran selalu dapet pertanyaan “pacarnya mana?”. nah Itu baru kabar gembira untuk kita para jomblo semua!
Kalo kulit manggis ada ekstraknya mah… kabar yang YAUDAHH BODO AMAAT!!!
***
Udah ah gitu aja, semoga ada yang bisa diekstrak dari tulisan penting yang gak penting ini.
Semoga puasa kalian lancar ya sampe lebaran tahun depan.
oia jangan lupa pilih saya ya, capres nomer 1435h. minal aidzin walfaidzin. semoga berkah. :))

Best regards-
@shamposachet

INTERMEZZO

INTERMEZZO.
entah kenapa gue milih judul itu untuk tulisan ini. kalopun ditanya hal itu paling gue cuma bisa jawab dengan simpel. ‘biar keren aja.’ gitu.
disaat ngetik tulisan ini gue masih dalam keadaan kekenyangan habis makan bubur ayam didepan gang rumah, rasanya sih biasa aja, yang bikin enak makan disini tuh karena yang jual ramah-ramah. soalnya pernah gue beli bubur ayam eh malah diajakin berantem sama abangnya. jadi gini…
gue : “Bang, apaan sih ini kok bubur kacang semua, ayamnya mana!!?”
kemudian abangnya nyeret tangan gue kedepan sambil marah-marah.
“HEH, NGAJAK RIBUT LO! TUH BACA!!”
abang itu nunjuk spanduk didepan warungnya yang bertuliskan :
“BUBUR KACANG HIJAU DAN KETAN HITAM”
oh, oke.
#NgajakRibutItuSederhana
tadi waktu lagi makan bubur, ada bapak-bapak perawakan gemuk pake jaket kulit warna hitam juga lagi makan bubur di meja belakang gue, dia keliatan sibuk banget sama hapenya, jadi dia makan sambil megang hape ditangan kiri. gue ngeliatin sambil nunggu si bapak lupa, gak sadar, terus nyendok bubur pake hapenya. itu pasti lucu, pikir gue.
kemudian hapenya bunyi, dia ngobrol sambil sedikit-sedikit gue denger pembicaraan si bapak.
“iya pak, tenang aja masalah suara nanti saya yang atur, yang penting kue nya aja nanti buat yang lain.”
gitu.
dikepala gue jadi muncul sebuah rasa kepo. “apa hubungannya suara yang diatur sama kue? apa mereka lagi ngerencanain ultah temennya yang mau dikasih surprise kado yang berisi bapak-bapak ini yang ketika dibuka terus dia muncul sambil nyanyi. lalu yang ultah kaget kemudian shock serta stroke ringan.”
mungkin, mana gue tau.

setelah gue pikir-pikir lagi, ternyata dari omongan-omongannya seperti ada sedikit kecurangan. ya, yang dimaksud ‘suara’ tadi kayaknya itu hasil pemilu kemarin deh, dan ‘kue’ tadi kayaknya ‘uang’. ini masih kayaknya loh yah. gue kan emang gitu, suka ngambil kesimpulan sendiri yang lebih bisa disebut sok tahu.
kalo misalnya kesimpulan gue tadi bener gimana coba? miris ya. iya. ya tapi mau gimana lagi, semua juga udah pada tau kalo pada setiap pemilihan umum kayak gini pasti ada aja oknum-oknum yang lebih milih jalan pintas kayak gini. makna pemilu yang “LUBER” jadi gak ada arti apapun. karena semua sudah ada ‘yang ngatur.’
( yang gak tau akronim dari LUBER yaitu Langsung Umum BEbas Rahasia )
ah gue hampir lupa kalo gue sedang tinggal dan hidup di NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
#WesByasa
oia btw, kemarin waktu pemilu gue, atau mungkin sebagian besar masyarakat semua ngerasa bingung. bingung karena apa?
1. Bingung mau pilih siapa, karena semua calon nya gak ada yang gue tau.
2. Bingung cara nyoblosnya, coblos gambar partainya aja atau namanya aja, atau dua-duanya.
3. Persatuan Indonesia.

ya. gue dan sebagian temen, saudara, tetangga, handai taulan disekitar gue juga ngerasa hal yang sama, bingung mau pilih siapa dan cara nyoblosnya.
gue juga pernah denger dari suatu voting di sebuah radio di Jakarta, yang hasilnya cukup miris juga. ya, mereka rata-rata semua jawabannya sama kayak gue, gak tau mau nyoblos siapa. karena kebanyakan orangnya, dan gak pada kenal sama calonnya. huft.
entah karena kurang sosialisasi atau karena masyarakat sudah mulai hilang rasa peduli untuk tau siapa yang akan menjadi wakil rakyat di kota ini. entahlah.

ahsudahlah, pengetahuan gue sangat minim untuk ber’argumentasi tentang ini, nanti kalo ada salah ngomong malah jadi salah persepsi lagi.
oke. case closed!
*ganti topik*
oia, nyokap gue alhamdulillah sudah lancar menjalani operasi dan udah pulang kerumah dari seminggu lalu, cuma emang keadaanya masih belum pulih banget, dia belum bisa beraktivitas kayak biasa, nyuci, masak, juga ikut kelas balet.
dan disini gue mau ngucapin makasih banget atas support doa dari temen-temen semua yang udah doain kesembuhan nyokap gue. makasih banyak banget. semoga kalian sekeluarga juga diberi kesehatan selalu sama tuhan. amin.
gue jadi inget salah satu perkataan temen kantor gue, namanya Mas Nopi.
“Sehat itu emang mahal, tapi sakit akan jauh lebih mahal.”
jadi benerlah, mencegah lebih baik daripada mengobati. karena selain sakit itu gak enak, biayanya juga lumayan, kalo dipake buat acara nikahan bisa buat nyewa dangdut seharian suntuk.
oia satu lagi, untuk give away buku jamban blogger ‘Galau Unrequited Love’ di postingan gue yang lalu sampai saat ini belum ada yang ikut, hhe~
oleh karena itu, gue bermaksud akan menyimpan uang modal beli bukunya untuk ditabung buat nyewa dangdut seharian  suntuk nanti. iya nanti, gak tau lah buat kapan.
🙁
yah pokoknya inti dari inti tulisan ini sih. semoga siapa aja yang nantinya jadi pemimpin negara ini semoga bisa jaga amanah dan bisa ngebawa perubahan buat Negara ini menjadi lebih baik. amin.
dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan demi kehidupan tabungan masa depan yang lebih baik, kalo perlu sewa security dua orang buat ngejagain.

karena sekali lagi…

“SEHAT ITU EMANG MAHAL, TAPI SAKIT AKAN JAUH LEBIH MAHAL.” 
( Nopi Hermawan, 30 tahun, Orang sunda makanya namanya Nopi bukan Novi)

…dan sekian untuk intermezzo singkat malam ini dari saya.
-regards-
@shamposachet

BURU-BURU


Entahlah…
Semua orang seperti terlihat sedang terburu-buru.
Atau…
memang mereka senang untuk terburu-buru.
***
Hari ini 22 januari 2014, Jalanan-jalanan di Jakarta, macet lagi galak-galak nya, saking galaknya sampai nular ke semua pengendara.
Macet dimana-mana. di jalan raya besar, di gang kecil, dan juga dijalan menuju hati’nya’ #alah.
kalimalang, macet galak.
Kenapa deh bisa macet segalak itu?


Jalan-jalan utama emang banyak yang ditutup karena banjir, dan itu bikin semua pengendara semua nyari jalan pintas lain. Makanya semua numpuk dijalan yang sama dan macet.
Tapi buat gue bukan disitu point penyebab masalahnya, karena menurut pengamatan indera ke enam ditambah tujuh sama dengan tiga belas gue penyebab kemacetan yang hampir setiap hari di jalanan Jakarta adalah…
BURU-BURU!!!
Kok ‘buru-buru’?
Iya, semua orang sepertinya telihat selalu terburu-buru, mau segera sampai ke tempat tujuan, jalanan pun jadi gak teratur, saling salip sana-sini dan akhirnya..
MACET!!
“Ya kan gue mau kerja bro, kalo telat gimana?”
Kalo gue sih, misalnya telat ke Kantor ya bilang aja macet. Emang kalo udah alesan gitu mau gimana lagi?
Emang pernah gitu ada di headline berita,
“KARENA JALANAN MACET, SEORANG KARYAWAN KANTOR DIBUNUH SAMA BOS NYA GARA-GARA DATANG TELAT”
Gue rasa gak ada.
Begitupun keadaan pas mau pulang kerumah, semua orang buru-buru.
Oke sih gue paham, mungkin mau segera rebahan dikasur dan tidur kemudian gak bangun-bangun lagi. Mungkin.
Tapi gue enggak tuh, ya buat gue, semau kita buru-buru pun kalo macet ya mau diapain lagi, kecuali motor atau mobil lo bisa terbang gitu, baru bisa cepet sampe di rumah. Pasangin aja baling-baling bambu kalo mau.
Gue nih…
kalo bos nanya, “Kenapa kamu dateng telat?” | “Iya, maaf tadi di jalan macet pak.” | “Oh, yaudah”
kalo nyokap nanya, “Kenapa pulang telat?” | “Iya, maaf tadi dijalan macet mak” | “Oh yaudah.”
Kalo pacar nanya, “Sayang, aku kok dapet nya telat?” | “Iya maaf waktu itu pas aku mau nyabut macet yang” | “Oh, yaudah.”
Paling gitu doang.
Simple.
***
Gue juga pernah ngalamin baru-baru ini nolongin orang jatuh dari motor di Jalan Raya Kalimalang tepat di depan Universitas Borobudur, cewek. Makanya gue tolongin. Kalo cowok, entahlah, mikir dulu.
Jadi, setelah gue bantu ngangkat motornya kepinggir jalan, gue Tanya sama dia.
“Mba gak kenapa-kenapa? Kok bisa sih mba jatoh gitu?”
“Gak apa-apa mas Cuma lecet dikit kok, iya tadi saya buru-buru mau pulang, eh gak tau jalanan licin, saya kepeleset.”
Ya kan?
Karena apa?
Karena buru-buru kan?
***
Gak sedikit gue nemuin kasus dijalanan yang dikarenakan buru-buru, jadi saling tabrak, saling serempet terus saling berantem dijalan dan biasanya gak ada yang mau disalahin. Ada juga yang seperti kasus mba tadi, buru-buru akhirnya kepeleset terus jatoh, iya kalo Cuma lecet-lecet doang kalo sampe parah, meninggal gitu? yang rugi siapa?
Gue rasa semua juga pernah lah, ngedenger di tivi, baca di radio, nonton dikoran atau bahkan ngeliat pake mata kaki sendiri kasus-kasus yang terjadi dijalan.
Semua dari keterburu-buruan.
Entahlah, mungkin ada perasaan bangga kalo udah bisa lebih cepet dari kendaraan orang lain, atau mungkin ada perasaan bakal lebih cepet sampe kalo udah bisa nyalip kendaraan lain, padahal kalo pun dapet nyalip ditengah macet ya paling Cuma 2 atau 3 meter didepan, dan itu gak bisa bikin kita bisa cepet nyampe rumah, rebahan dikasur dan tidur kemudian gak bangun-bangun lagi.
***
Dari kecil gue diajarin sama bokap buat selalu santai ngadepin apapun, gak perlu terburu-buru, karena hasil dari sebuah keterburu-buruan itu gak akan pernah bagus.
Lagi pula diajaran agama gue ada hadist (#cmiiw) kalo gak salah yang bilang bahwa…
“Terburu-buru adalah perbuatan setan.
Jadi seseorang yang melakukan sesuatu secara terburu-buru adalah set….
#ahsudahlah.
***
Jadi menurut gue sih, coba deh para pengendara bisa lebih tertib dan sabar, gak usah buru-buru, masing-masing ada dijalur yang benar, gak saling salip. gue sih yakin, pasti sedikit atau banyak macet bisa teratasi, ya, kalo pun masih macet seenggaknya bisa lebih rapi, wangi dan gak berantakan kek baju abis di laundry.
Gue bilang gini, bukan gue merasa jadi orang yang paling bener di Jalan, tapi ya karena gue emang gak pernah merasa terlalu buru-buru maksa untuk sampai tujuan disaat macet. Kecuali gue lagi kebelet boker dijalan, itu gue pasti buru-buru, lah daripada isinya berantakan dijalan kan? Kan gak lucu aja gitu, ditengah macet sambil dilalerin. Lagian nanti kalo isinya tumpah dijalan orang-orang kan pada bingung, kok garis putih jalan berubah jadi bercak kuning?
Biasanya sih gue emang selalu bilang sama orang-orang atau temen yang buru-buru dalam hal apapun,
“Buru-buru amat! Kebelet boker lo!!”
***
So, alangkah baiknya kalo mulai menyabarkan diri dan hindarin keterburu-buruan, seperti yang bokap gue bilang tadi,
“Hasil dari sebuah keterburu-buruan itu gak akan pernah bagus.”
Makanya SABAR!!!
Kan seperti pepatah,
“Orang sabar, pantatnya lebar, beraknya mencar, tai nya buyar.”
(Mario Tegar, 11 tahun,  kau yang dulu bukanlah yang sekarang)
***
Sekian dulu postingan kali ini, gue buru-buru, udah gak sabar, biar pantat lebar, berak mencar, tai buyar.
Wasalam.
@shamposachet.