Tepat pukul 12 siang ini hujan turun dengan tak berjeda sedikitpun.
Aku  duduk dibalik pintu kaca bersama seseorang yang membanggakanku.
Duduk terdiam tanpa sepatah kata pun terlontar seakan kami ini bisu.
Bukan tak ingin bicara , namun seolah lidah ku berubah kelu dan bisu
 karna mengingat hari kemarin aku tlah banyak mengecewakannya.
Aku tak mengerti apa yang harus aku perbuat saat ini .
Aku hanya bisa menyumpal telinga ku dengan sebuah alat dengar  mendengarkan lagu yang kusadari hanya terputar satu lagu itu saja.
Aku sungguh tak mengerti apa yang harus aku perbuat detik ini.
Aku hanya bisa menghibur kebuntuan dengan membuka alat tulis ini dan melukiskan kakunya keadaan sekarang.
Entah apa dan harus bagaimana agar semua kebuntuan ini terpecah ,
Yang ku bisa hanya berharap hujan ini segera terhenti dan aku dapat berjalan menuju tempat yang lebih bisa ku buat ramai.
Sepi .. sungguh hanya terdengar suara hujan dan petir yang terdengar samar dibalik pintu kaca ini.
Hujan berhentilah ,,kumohon agar semua kebisuan ini juga berhenti .
Aku mohon …

hingga sampai detik akhir aku buat bait ini hujan tetap berkeras tak mau berhenti dan biarkan aku dan ayah ku terpecah dalam kehampaan dan kesamaran suara hujan dari balik pintu kaca ..

I’m so sorry dad !!

Although you always be my enemy but you always tell me ,how to be a real man !! 


I LOVE YOU DAD !!



wrote :  SELASA,15 November 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *