Saya pernah membaca sebuah quotes:

 
“kamu tidak akan pernah tahu mana yang benar, jika kamu tidak pernah melakukan kesalahan.”
 
…and, I’m not a perfect person. akan selalu ada kelalaian dan kesalahan-kesalahan pada tindak-tanduk saya dalam menjalani kehidupan ini.
 
Pada minggu ini, saya mendapat banyak ‘teguran’ dari tuhan, diminta untuk banyak belajar, agar tidak salah lagi. Atau setidaknya, agar tidak jatuh pada lubang yang sama, lagi.
 
dan pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengklarifikasi, meluruskan sesuatu dan mencoba mengungkapkan beberapa kelalaian saya yang saya tidak sadari mungkin mengganggu kehidupan orang lain, perihal karya (dalam hal ini cerpen) yang saya buat.
Sabtu, 13 September 2014.
Miata, nama tokoh wanita yang ada di cerpen saya. Ia menegur saya tentang cerita di cerpen saya yang menggunakan namanya sebagai tokoh di cerita tersebut. Ia menegur saya di mention twitter, meminta kontak saya.

Karena saya merasa saya sudah lalai dan salah, saya tidak mencoba untuk lari, saya mencoba bertanggung jawab atas perihal masalah ini.

Dan karena hari sabtu itu sedang banyak kegiatan yang harus saya selesaikan sampai malam, seharian saya belum sempat buka twitter, dan baru pada sabtu malam, Saya berikan nomor handphone saya, yang kemudian Mia SMS saya tentang beberapa point kesalahan-kesalahan saya.

Dan untuk klarifikasi yang lebih jelas, saya pun menghubungi nomor Mia. Kami berbicara banyak hal tentang apa-apa saja kelalaian saya, yang perlu saya perbaiki.

beruntung saya, bahwa ternyata Mia adalah orang yang bisa diajak buat berbicara baik-baik, ya meskipun sebelumnya sempat marah-marah (saya mewajari). tapi akhirnya kami bisa berdiskusi dengan baik.
Dalam perbincangan ditelepon tersebut, Mia juga cerita yang sebenarnya tentang hubungan dia sama tokoh Alif di dunia nyata pada masa itu, yang dia bilang bahwa cerita di cerpen saya itu sangat jauh dari kenyataan.

Seperti ini…

“Alif datang ke Medan dengan biaya tiket yang dibeli oleh Mia, kemudian karena Mia menghargai niat Alif untuk datang jauh-jauh kesana, dan Mia sadar bahwa di Medan, Alif tidak kenal siapa-siapa selain Mia. ia pun merasa perlu bertanggung jawab untuk membantu Alif menjalani kehidupan disana. Dari membantu mencari pekerjaan, tempat tinggal (kost’an) dan beberapa hal lain.

Awal kedatangannya, sebenarnya banyak temen-temen yang enggak suka kalo mia berhubungan (pacaran) sama Alif, tapi karena kali itu Mia memang ingin serius menjalani hubungan, maka ia tidak peduli dengan kata-kata orang lain tentang mereka.

Kejadian-kejadian yang akhirnya membuat mereka berpisah adalah karena Mia tidak suka untuk dikasarin sama Alif berkali-kali, awalnya Mia nyoba sabar tapi lama-lama mungkin ia sudah sampai pada batas kesabarannya, mereka sudah mulai sering bertengkar dan hubungan juga sudah mulai agak renggang.

Pada akhir-akhir hubungan (sebelum putus) Alif pun mulai sering ketahuan wall-wall’an di facebook sama cewek lain di Jakarta, tukeran nomor handphone, telpon-telponan dan sms’an sama cewek di facebook itu, dan setiap Mia periksa sms nya sudah dihapus Alif dengan alesan bahwa itu sms gak penting yang Cuma menuh-menuhin inbox aja.

Walaupun memang, akhirnya Mia juga tuker-tukeran nomor handphone di facebook dengan cowok yang sudah lama suka sama Mia. Dan Cowok di Facebook itu juga sudah sempet pernah nembak Mia, tapi Mia bilang dia masih punya pacar dan si cowok bilang ia tetep bakal nunggu Mia.

Sampai akhirnya mungkin Mia sudah benar-benar tidak sanggup menjalani hubungan ini lagi, Mia meminta Alif untuk balik ke Jakarta dengan tiket yang dibelikan oleh Mia.

Tentang hubungan Mia dengan cowok di facebook itu, ia memang akhirnya Jadian setelah beberapa hari Alif balik ke Jakarta, pada awalnya memang Mia Cuma ingin bikin Alif menyesal atas keputusannya. Tapi akhirnya setelah beberapa bulan berselang Mia beneran sayang dengan cowok di facebook itu dan sampai saat ini ia masih menjalani hubungan dengan cowok tersebut.”


Dari cerita itu, saya coba sedikit menjelaskan beberapa hal,

Saya membuat tulisan itu dalam rangka mengikuti lomba menulis cerpen Antologi dari komunitas blog saya. Dan itu diikuti oleh hampir semua anggota komunitas saya dari berbagai kota dan daerah di Indonesia, dari masing-masing orang boleh mengirimkan lebih dari satu cerita untuk mengikuti lomba tersebut. Bisa kebayang akan ada berapa ratus naskah yang mengikuti lomba tersebut.

Dan kebetulan, saya yang hanya mengirimkan satu cerita pada hari akhir deadline, lolos. Dari situlah cerita saya bisa terpublish dalam bentuk buku antologi yang berisi 11 cerita pendek dan 5 tips dari 15 penulis (ada satu penulis yang 2 ceritanya lolos).


Dan tentang cerita yang saya tulis, memang saya menuliskan hanya berdasarkan apa yang saya tau dan tanya dari pihak Alif, dan memang saya juga sudah mengatakan sebelumnya kepada Alif bahwa alur cerita yang akan saya buat adalah alur yang menurut saya bisa untuk dijadikan sebuah cerita yang mengalir. Dengan rincian, Premis-> konflik -> ending.

Dan saya berani bersumpah atas nama apapun bahwa tidak sama sekali ada niat dari saya untuk menjelek-jelekan satu pihak mana pun dari cerita tersebut, puresaya hanya ingin membuat satu alur cerita yang bisa dibaca utuh.

Karena memang, dari awal saya berniat untuk membuat satu cerita fiksi yang seolah bisa terjadi atau dirasakan nyata oleh pembaca cerita saya.

Saya membuat cerita tersebut dengan komposisi 40% cerita dari hasil observasi, 20% alur fiksi dan 40% komedi.

Dan untuk kelalaian saya menggunakan nama Mia dan Alif dicerita tersebut hanya karena, jujur. Saya suka dengan kata MIALIF. seperti yang pernah saya bilang, selain kata itu unik terdengar dan itu bisa membuat yang ingin membaca penasaran apa arti dari kata tersebut.

Dan letak kesalahannya adalah ternyata dari pihak Mia tidak mengizinkan bahwa namanya tertera pada tulisan itu.

Waktu itu mungkin karena saya memang terlalu excited menulis dan terburu-buru mengejar deadline waktu pengumpulan tulisan, sehingga saya lalai dengan tidak memikirkan kembali penyamaran nama yang cocok digunakan pada tokoh di cerita tersebut. Karena saya pikir, selain akan cocok dengan judul, pemilik nama tersebut juga bukan hanya ada satu atau dua orang di dunia ini yang punya sehingga mungkin tidak akan menimbulkan masalah dan kontroversi dikemudian hari.

Tapi sekali lagi saya lalai dan salah akan hal itu.

Perihal izin menggunakan nama tersebut, pada saat itu saya memang sama sekali tidak punya akses (kontak, sosmed dll) untuk meminta izin kepada pihak Mia. Seperti yang saya jelaskan di paragraf sebelumnya, saya tidak sempat mencari tahu karena saat itu saya terlalu excited menulis dan terburu-buru mengejar deadline.

Dan dengan segala hormat dan kerendahan hati saya, saya minta maaf sebesar-besarnya atas perihal tersebut.


Inti dari pada inti tulisan ini, saya meminta maaf sebesar-besarnya sekali lagi kepada pihak Mia bahwa jika yang saya tulis pada cerita tersebut sangat melenceng jauh dari cerita aslinya dengan menggunakan nama yang juga tanpa minta izin terlebih dahulu. Ini saya anggap sebagai kelalaian saya yang masih dalam tahap belajar dalam dunia tulis-menulis.

Semoga dari pihak Mia bisa menerima klarifikasi saya ini, saya sadar bahwa saya adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, dan saya akan belajar dari kesalahan dan kelalaian ini semoga dikemudian hari tidak terulang kesalahan seperti ini lagi.

Dan juga secara personal, saya mengucapkan terima kasih kepada Mia atas tegurannya, atas pemberian kesempatan dan waktu untuk berdiskusi secara baik-baik. mungkin jika tanpa teguran keras ini saya tidak akan pernah sadar dan belajar dari kesalahan sejenis.
Akhir kata, sekali lagi dengan segala hormat dan kerendahan hati dan tanpa berniat sedikitpun melecehkan atau menghina pihak manapun, saya minta maaf sebesar-besarnya.
 
 
Dengan hormat,
 
Rizky Exa Mardiansyah
 
—————————————————————————————————————————————————–
Tulisan ini dibuat pada tanggal 14 september 2014, dan setelah proses koreksi dengan pihak Miata (by email) terlebih dahulu pada tanggal 15 Oktober 2014. Dan dipublish pada hari ini, 19 Oktober 2014.

32 comments on “KLARIFIKASI”

  1. ya ampun masalah kecil kok di perpanjang si,bener apa kata orang yang di atas gue itu hanya kumpulan karangan,cobalah tolong di menggerti jangan maen langsung ngejudge orang itu salah berfikirlah dengan akal sehat…..dari pada masalahnya kaga kelar2 pada noton mamah dede dulu sana…

  2. Kesalahan selalu membawa manusia ke jalan yang lebih baik.
    insya allah segera terbit buku solo dari shampoosachet.

    Request tokohnya pake nama “Feby” aja y bg…
    Urusan izin dll gak usah dipermasalahkan 😉

  3. Kalau kritik kita sikapi dengan arif, maka akan menyehatkan jiwa. (Hanif hannan)

    Ambil hikmahnya aja, udah lama kan gak dkritik? Bersyukur msh ada org yg smp sedetail itu ngasih kritikan, hidup itu kn gak kaya jalan tol yg lurus” aja hhehe, lagian kritikan sm pujian itu sepaket kok, mgkn sjauh ini lu udh terlalu banyak nerima pujian :), makanya tuhan sedikit ngasih teguran biar lain x bikin karya yg jauh lbh bagus lg 🙂 heheyl
    Percaya deh tuhan gak pernah buat sesuatu yg sia” 🙂 smua pasti ada mksd dan tujuannya 🙂

  4. sebenarnya lo kagak salah juga sih. penggunaan nama itu tidak dilarang. kecuali lo menggunakan foto. baru dia punya alasan untuk marah. lagian nama mia dan alif pasaran sih. dan orang juga gak tau, “mia” dan “alif” mana yang lagi dibahas.

    apapun itu, lo keren bro karena mengakui secara jantan

  5. masalahnya cuma pada nama ya,sepele tapi ada hikmahnya juga,god job keren kamu bisa mengakui kesalahan tsb 🙂

  6. Saya sebagai keluarga cuma mau meluruskan, mungkin pembaca2 tidak tahu bahwa saudara Rizky Exa Mardiansyah pernah membuat postingan berisi kisah mialif yang mencantumkan NAMA KTP DAN FOTO kakak saya.
    Kita sekeluarga udah lama tahu soal novel yang diterbitkan saudara yang bersangkutan. Namun alangkah terkejutnya kami ketika melihat FOTO dan NAMA KTP kakak saya yang terang2 an dipajang di blog ini. Bahkan fotonya berdua sama lelaki itu.
    Setelah di komplen, baru deh si pemilik blog ini sadar kesalahannya, dan langsung menghapus postingan tersebut. Hal ini lah yang melatarbelakangi keinginan kami untuk mengklarifikasi ulang. Bukan begitu bapak penulis? Kita juga ga selebay itu kalau masalah nama MIA aja yang dipajang. Tapi kalau untuk NAMA LENGKAP dan FOTO? Ditambah cerita karangan penuh bualan?

    Saya sangat menyayangkan, ketika komentator menyinggung masalah NAMA DAN FOTO, kenapa penulis tidak mencoba mengklarifikasi ya? 🙂
    Postingan ini juga dibuat menggunakan bahasa yang sangat halus dan banyak majas. Kalau diceritakan secara terang2 an, bisa malu pelaku nya. Masalah disini juga udah kelar, mohon berkomentar secara bijak.

    Terima Kasih.

    • Dear saudara Try suhandivo.

      untuk komentar diatas masalah nama dan foto itu tentang cerpen saya mas try, bukan dipostingan blog. makanya saya gak jelasin.

      dan pada intinya, saya sudah klarifikasi dgn mia langsung, saya mengakui kesalahan saya langsung dgn Mia, sayapun menulis tulisan ini dan menunggu keputusan mia selama satu bulan, baru saya posting setelah diizinkan dari pihak mia,

      tentang yang mas bilang cerita saya adalah ‘cerita karangan penuh bualan’itu pun sudah saya jelaskan ditulisan ini tentang kenapa dan bagaimana sampai cerpen saya bisa jadi dan terbit.

      dan juga perihal komentar di blog ini, mohon maaf
      saya gak punya kuasa untuk membatasi komentar2 dari pembaca blog saya.

      Kalo masih perlu penjelasan bisa contact saya by email di shamposachet@gmail.com

      atau mia juga punya nomor hape saya.

      Terimakasih

  7. No komen lah *terus ini apaa??
    Tadinya mau ikut komen2an juga kayak yg lain, tapi setelah baca komen2 di atas, ya udah deh, ngomongin masalah yg udah kelar kayaknya ga guna juga.
    Jadi pada akhirnya aku komen di sini cuma buat ninggalin jejak :))

  8. hahaha kacau ini kenapa jadi panjang ya bro? gue baru baca blog yang ini.. asli bisa jadi rumit. sabar ya bro, meski ini gue bilang sabarnya telat. tapi setiap kejadian adalah proses pembelajaran dan kedewasaan yakan? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *