“Segala yang terjadi dalam hidupku ini adalah sebuah misteri illahi, 
perihnya cobaan hanya ujian kehidupan.” 
Ari Lasso-Misteri Illahi
Hidup ini sebuah misteri, siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi nanti? orang pinter? peramal? tukang sulap? tidak mungkin, apalagi tukang bajigur. yaelah.
mereka cuma ‘menebak’, menerka-nerka apa yang bakalan terjadi, sekalipun memang terjadi itu tak lepasnya atas kehendak sang penguasa alam semesta ini. 
ya, Tuhan.
gue pribadi gak pernah percaya sama ramalan-ramalan, sejenis ramalan zodiak, ramalan cuaca, apalagi ramalan kerja. gue gak percaya!
dulu, waktu masih labil gue rajin banget beli majalah remaja yang sok asik gitu, belum kenal aja udah manggil-manggil Hai hai gitu, apaan!
dulu setiap beli pasti gue baca ramalan zodiaknya. pernah ketulis…
Libra, asmara : pada tahun sekitar 2011 sampai tahun tak terkira akan seret jodoh. bersabarlah dan banyak-banyak update status facebook biar dapet simpati cewek-cewek.
fvk, abis baca itu gue langsung gak percaya sama yang namanya ramalan zodiak, dan semenjak itu pula gue memutuskan untuk langganan majalah lain. Majalah FHM. gambarnya lebih enak dilihat, diraba, diterawang. satu lagi, diMimpi basahkan.
ya, gue gak percaya sama ramalan-ramalan, karena menurut gue hidup itu punya misterinya sendiri-sendiri, tidak perlu buru-buru untuk diungkap, karena ketika kita sudah tau gambaran hidup yang akan datang, misteri sudah terpecahkan, hidup tidak akan jadi menarik lagi.
karena sejujurnya, gue akan lebih merasa tertantang menghadapi segala ke-Misteri-an hidup.
seperti halnya cerita Misteri hidup yang baru saja gue alami ini.
masih ingatkah tentang masuknya Ibu gue ke rumah sakit untuk menjalani operasi pengangkatan rahim? siapa yang sangka kan, ibu gue yang sehari-harinya ‘terlihat’ sehat, ceria dan aktif dalam komunitas ibu-ibu-yang-suka-nongkrong-didepan gang itu mengidap penyakit yang cukup parah sejak lama dan ibu gue harus menghadapi kenyataan bahwa tempat anak-anaknya diciptakan tuhan harus diangkat dan dibuang dari tubuhya? 
semua itu misteri kan?
dan disaat ibu gue sedang dirawat inap di Rumah Sakit, ternyata dirumah, nenek gue (ibunya ibu gue) malah sakit juga karena kepikiran nasib anaknya (ibu gue) nanti gimana.
#fyi nenek gue ini adalah nenek kesayangan gue dan tinggalnya memang masih satu rumah sama gue dan keluarga, malah dari kelas 4 SD sampai kuliah semester 4, gue tinggal dirumah nenek gue itu. makanya kami deket banget.
nenek gue sakit, dia gak mau makan karena kepikiran ibu gue, malah sampai ketika ibu gue udah pulang kerumah pun, dia masih sakit. badannya kurus kering, lemas dan cuma bisa tidur aja.
2 minggu berselang sakitnya, keadaan nenek gue makin lemah, dia udah gak kuat lagi untuk bangun dari tempat tidur, untuk buang air aja keluarga memutuskan untuk memasang pampers. tapi dilemahnya tubuh dia, untuk bicara dia masih sangat-sangat jelas dan lancar.
sampai ketika hari itu, selasa malam rabu 15 april 2014.
keluarga memutuskan memasang infus. sesuai petunjuk dari dokternya, infus harus diganti tiap 3 jam sekali, jam 8, jam 11 dan jam 2. karena gue satu-satunya laki-laki dirumah ini dan pernah punya pengalaman 3 tahun jadi perawat diwarteg depan sekolah, gue pun ditugaskan buat ganti infusnya.
pada malam itu disaat gue ganti infusan yang jam 11, gue masih bercanda sama nenek gue.
gue : tangannya diem-diem apa , ntar kalo salah nusuk aja dah!
nenek : wailah, dokter galak amat!
gue : lah, ntar kalo nusuk nya malah ke muka caleg gimana?
nenek : *hening
pada malam itu nenek gue berbicara mengenai sesuatu hal yang mungkin bisa disebut sebuah ‘pesan’ misteri.
“Ky, kayaknya uwa mau mati ini, kalo mati uwa maunya sih hari jumat biar kayak ngkong.” kata nenek gue. gue manggil dia emang dengan sebutan uwa.
“yaelah wa, mati diomongin, sehat aja dulu. emang kaga mau liat ky nikah apa?” kata gue seolah ngasih harapan palsu akan pernikahan. palsu banget.
“ya, pokoknya gitu, terus ini nanti warung biar lu terusin aja. rumah uwa jangan dijual, kalo uwa mati terus gak ada duit buat ngurusin kuburan uwa, jual aja kontrakan uwa ya.” lanjut nenek gue tanpa ngepeduliin masalah janji nikah itu, kayaknya dia sadar kalo gue cuma PHP.
sampai pada hari Rabu pagi, keadaan nenek gue agak membaik. dokter yang memeriksa pagi haripun bilang keadaannya lebih pulih dari sebelumnya. disaat gue salaman mau berangkat kerja pun masih kayak biasa selalu ngasih pesen supaya hati-hati dijalan.
tapi tidak pada siang harinya, jam 10 pagi.
nenek gue mendadak diem, dipanggil-panggil tapi gak menyahut. semua keluarga ditelponin termasuk gue yang di kantor. gue izin pulang dan segera buru-buru tiba dirumah.
sampai dirumah, nenek gue seperti sedang mengalami koma. tubuhnya seperti mati, matanya tertutup tapi masih bernafas. sekeluarga mengaji dan gue mengucapkan kalimat syahadat ditelinga nenek gue.
keadaan ini berlangsung lama, sampai keluarga berfikir nenek gue masih nunggu semua keluarga kumpul, saudara yang di sukabumi, cibinong ditelpon untuk dateng. sampai semua keluarga kumpul pun nenek gue masih pada keadaannya. dan kejadian itu terus berlangsung sampai malam jumat.
kami mengaji estafet, gantian menunggu begadang agar tidak capek.
sampai pada Jumat 18 April 2014, ba’da sholat jumat.
selesai sholat jumat. gue udah punya firasat bahwa malaikat izrail sedang menatap dalam-dalam jasad dan bersiap mencabut ruh nenek gue, nafasnya udah cepat dan gak beraturan. gue mengaji yasin tepat disamping nenek gue yang tersengal-sengal nafasnya.
“Ya Allah, jika engkau masih ingin nenek hamba hidup, hamba mohon sembuhkan penyakitnya, tapi jika engkau sudah menginginkan beliau kembali, kami sekeluarga sudah ikhlas tapi hamba mohon mudahkanlah sakratul mautnya”
gue berdoa.
disaat gue mengaji yasin sampai 2 kali dan dipertengahan yasin yang ketiga, tiba-tiba mata nenek gue yang udah 2 hari ini tertutup mendadak terbelalak, kejadian ini persis sama ketika bokap gue hendak menghembuskan nafas terakhir. dan bener aja, gak lama nafas terakhir nenek gue berhembus. ia meninggal tepat dihadapan gue. 
INNALILAHI WA INA ILLAIHI RAJIUN.
semua keluarga nangis, tapi gue enggak, gue bukan gak sedih, karena gue berfikir. ini udah yang terbaik buat nenek. menangis malah menunjukan ketidak ikhlasan, kasian nenek gue jika harus pergi ditengah ketidak ikhlasan orang-orang yg dia sayang.
itu menurut gue.
malamnya dirumah ada pengajian, setelah acara pengajian baru aja selesai dan masih banyak jamaah dirumah gue. tiba-tiba ada teriakan dari beberapa anak kecil.
“Mbah Kakung pingsan, mbah kakung pingsan!!”
*Mbah Kakung itu panggilan untuk seseorang bapak-bapak (orang yang ngontrak dikontrakan gue, samping rumah gue persis), namanya Pak Sudiyono, dia itu orang yang bertugas menjaga portal depan gang, selain bertugas mengunci portal depan, dia juga lah dalang dibalik bunyinya tiang listrik tiap jam setiap malam, pokoknya warga menganggap dia itu kuncennya kampung ini.*
gue lari kearah sumber suara, yaitu sebuah klinik dibelakang rumah gue, si ‘mbah kakung’ tergeletak dilantai praktek dengan nafas tersengal-sengal, anak dan istrinya nangis disamping, dokter menekan-nekan dada mbah kakung buat ngebantu nafasnya.
tapi, semua percuma, dokter menyerah, mbah kakung meninggal. hari itu mata gue nyaksiin 2 sakratul maut.
INNALILLAHI WA INI ILLAIHI RAJIUN.
semua tetangga shock, kenapa kaget?
padahal siang nya waktu nenek gue meninggal, dia masih bantuin gue sama tetangga yang lain ngebangun tenda didepan rumah buat pelayat, kita masih main hujanan bareng waktu itu, bahkan keranda mayat nenek gue dicuci sama mbah kakung. dan ternyata besoknya dia sendiri yang akan memakai keranda itu.
Misteri, siapa yang sangka. mbah kakung yang sehat walafiat bakal meninggal semendadak ini?
lagi-lagi bicara kuasa Tuhan, Kun fayakuun! Manusia tidak bisa apa-apa.
Hidup ini Misteri.
dan, esoknya ada satu tetangga bercerita. ( ia tetangganya samping mbah kakung )
katanya, pada malam meninggalnya mbah kakung, dia gak bisa tidur. dia duduk-duduk diteras rumah, saat itu sekitar jam 4 pagi. dan disaat dia lagi duduk sendirian, dia mendengar bisikan, yang sampai saat ini masih jadi Misteri bagi warga sekitar rumah gue.
yaitu…
“SAYA MASIH MAU KELILING”
MISTERI?????
-@shamposachet

6 comments on “MISTERI”

  1. turut berduka cita bang atas kepergian uwa dan mba kakung. semoga amal dan ibadah mereka semasa hidup diterima Allah. Aamiin. hidup memang penuh misteri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *