Pada tanggal 6 November 2016 kemarin, saya menulis tentang project #BayarSayaDenganKebaikan.

Sebuah projekan pribadi saya, dimana saya akan membuatkan satu buah gambar kepada setiap orang yang menceritakan kepada saya –Lewat aplikasi LINE atau Email– satu kebaikan yang dia dilakukan.

Projekan tersebut saya buat karena beberapa hal yang menjadi ‘keresahan’ saya ketika melihat situasi di sekitar saya—entah di dunia nyata atau di dunia maya— yang hampir setiap harinya dipenuhi dengan ‘kebencian’ atau ‘keburukan’, dan parahnya justru hal tersebut yang gampang menjadi viral. Lalu kemudian saya terfikirkan satu hal “Jika sebuah keburukan bisa mudah tersebar, kenapa kebaikan gak bisa?”

Karena hal tulah saya memutuskan untuk mengadakan projekan #BayarSayaDenganKebaikan ini.

Saya tidak berusaha untuk dianggap sebagai orang yang ‘sok baik’ atau ‘sok suci’, dan saya yakin ada beberapa pihak yang menganggap projek ini sebagai projek ‘sok’ saya. Tapi jelas, saya memang bukan sosok yang peduli-an akan pendapat orang lain di sekitar saya. Jadi, apapun penilaian orang terhadap apa yang saya lakukan, jika itu tidak membuat saya menjadi lebih baik, maka saya tidak akan peduli.

Pro dan kontra, juga konsekuensi yang saya akan terima setelah projek ini saya posting, memang sudah saya pertimbangkan sebelumnya. Dan benar saja, beberapa orang ada saja yang meledek saya, bahkan ada yang sempat berkata secara langsung kepada saya “Bayar dengan kebaikan? Emangnya kost-kostan lo bisa dibayar dengan kebaikan?”. Dan saya hanya bisa menjawab “Kalo yang saya cari adalah uang, saya akan bekerja, bukan berkarya”.

Terdengar munafik memang, tapi memang itu niatan saya. Dan sekali lagi saya katakan, jika pendapat orang lain tentang yang saya lakukan tidak membuat saya menjadi lebih baik, saya tidak akan peduli.

Di satu sisi, banyak juga yang mendukung projekan saya ini. Banyak yang bantu menyebarkan entah lewat twitter, facebook dan juga blog. Cerita yang masuk saat ini juga sudah hampir 20 lebih cerita kebaikan, buat saya itu cukup menjadi bukti bahwa project ini tidak useless-useless-amat.

Diantara teman-teman yang berbuat kebaikan ini bahkan ada satu orang yang memilih untuk tidak perlu dibuatkan gambar dan hanya mengucapkan terimakasih sudah membuat Ia ‘tergerak’ untuk berbuat baik. sejujurnya, saya bahagia. Sangat bahagia. Tujuan saya memang ingin mengajak diri saya dan orang lain untuk ‘bergerak’, berbuat baik kepada sekitarnya, itu saja.

Setelah kurang-lebih satu bulan projek ini berjalan, kemudian ada sedikit hambatan yang cukup menjadi kendala untuk saya.

Yang pertama, Saya minta maaf kepada teman-teman yang sudah ikutan projekan ini; yang sudah menceritakan kebaikannya– tetapi sampai saat ini gambarnya belum juga saya buat.

Sampai saat ini saya sudah membuatkan 12 gambar dan 9 di antaranya sudah saya posting di instagram @shmpscht. ya, masih banyak yang belum saya buatkan. Hal itu dikarenakan kehidupan dunia nyata saya sedang tidak dalam kondisi yang kondusif. Menuju akhir tahun, banyak projek pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum liburan. Banyak deadline yang harus dikejar, bahkan –jika boleh sedikit curhat—sudah hampir 10 hari saya sudah tidur di kantor karena terpaksa lembur sampai tengah malam atau bahkan subuh, pulang ke kost hanya untuk mandi dan langsung berangkat lagi ke kantor. (bahkan tulisan ini juga saya buat di kantor jam 23:20 dan sudah dipastikan saya akan menginap-lagi). Jelas, hal itu membuat saya hampir tidak punya waktu untuk membuatkan gambar teman-teman sekalian.

Bahkan terkadang segala pressure ini membuat saya ingin berkata kotor, seperti misalnya “AH ASBAK WARNET! HAH SELA-SELA KUSEN!! DASAR NIH DALEMAN CENTRAL PROCESSING UNIT!”

kira-kira seperti itu.

Untuk beberapa orang yang sering menanyakan di LINE saya “Bang, gambar udah jadi belum?” “Bang Kok gambar gue belum jadi sih?”, “Bang, Token listrik kost’an udah diisi belum?” atau untuk chat dan email yang belum saya balas mengenai pertanyaan dan pernyataan ikut projekan ini. Saya mohon sedikit pemakluman untuk sedikit menjelaskan, bahwa ini adalah sebuah –anggap saja– projek keikhlasan. Dengan konsep, saya meminta teman-teman untuk berbuat kebaikan dengan ikhlas tanpa saya paksa sedikitpun, dan saya juga dengan ikhlas membuatkan gambar untuk teman-teman secara gratis tanpa membayar satu rupiah-pun. Jadi, saya mohon, jangan buat saya menjadi seperti memiliki ‘hutang’ yang harus ditagih paksa. Saya tidak marah, hanya saja butuh sedikit pemakluman mengenai projek keikhlasan ini, jika pada awalnya memang teman-teman merasa keberatan, sebaiknya jangan dilakukan kebaikan tersebut. Karena nanti jadinya malah tidak ikhlas, dan jadinya keluar dari tujuan saya.

Seperti yang saya sudah tulis, Pro Kontra dan segala konsekuensi ini sudah saya pikirkan sebelum saya memulai projekan ini. Semua yang sudah saya mulai, harus saya tanggung jawabi, dan ya, saya tidak ada niat sedikitpun untuk lari dari tanggung jawab tersebut.  So, tenang saja ya, kawan~

Yang kedua, Saya minta maaf, saya (mungkin) akan menutup projek #BayarSayaDenganKebaikan ini untuk sementara waktu, karena selain pekerjaan yang masih sangat membuat saya sibuk setengah mokat, saya juga ingin membagi waktu untuk menyelesaikan gambar-gambar yang sudah masuk terlebih dahulu.

Jadi, untuk teman-teman yang masih ingin berpartisipasi di projek #BayarSayaDenganKebaikan ini, saya sekali lagi minta maaf. Saya pasti akan memulai kembali projek ini tetapi masih akan mengatur waktu yang tepat untuk bisa memulai kembali. Doakan kesibukan ini seperti kemesraan, alias cepat berlalu.

Mungkin untuk sementara itu saja yang saya ingin ceritakan kepada teman-teman, terimakasih untuk yang sudah ikutan projekan saya ini, dan yang belum dibuatkan gambar, secepatnya saya akan menyelesaikannya.

Sekali lagi, saya minta maaf.

🙂

Regards~

Kay

[Tulisan ini dibuat di Beranda Kantor, pukul 11: 32 malam, 15 desember 2016]

 

1 comment on “MY CONFESSIONS”

  1. Iya juga ya, Kay. Kadang yang nagih itu agak keterlaluan, sih. Kalau emang niat berbagi cerita kebaikan, kok berharap gambarnya cepet jadi? :))

    Wqwq. Sama, Pak! akhir tahun kemaren kerjaan tuh bikin kepala mencret. 🙁

    Yowes, semoga hanya sementara aja. Harus bisa berlanjut karena proyeknya memang uwuwu. Aamiin. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *