SATU HAL BERAT

“Suatu hari nanti, Kamu akan tahu satu hal berat yang harus dialami seorang laki-laki.”

Katamu kepada seorang anak ingusan, yang jangankan untuk berlari, merangkak saja masih sering jatuh.

Anak laki-laki kecil ingusan itu tumbuh, merangkaki waktu-waktu sulit dengan mudah. Belum. memang belum saatnya untuk anak ingusan itu memahami arti waktu yang sulit dengan sebenar-benarnya.

Anak kecil itu kini sudah dapat berjalan, meniti kakinya perlahan di jalanan yang datar, kemudian sedikit merasa sombong, mencoba untuk memaksakan kakinya yang belum tegap benar itu untuk berlari. Ia terjatuh. Tapi saat itu masih ada kamu yang membantunya untuk berdiri kembali.

Anak kecil dengan segala kesombongannya itu terus berusaha berlari. Berkali-kali ia jatuh dan berkali-kali juga kamu membantunya berdiri. Begitu seterusnya.

Hingga sampai pada suatu ketika…

(more…)

CUMA MODAL NEKAT

Postingan kali ini akan gue buka dengan kalimat…

“Akun Twitter gue lagi ‘keren-keren’nya, cuy!”

Sebulan terakhir ini, akun twitter gue lagi on fire banget. kenapa? Karena akun twitter gue @shamposachet lagi banyak mengalami hal-hal yang bikin gue nge-gumam “Loh kok bisa ya?”

Buat yang gak mau tahu, di postingan ini gue bakalan paksa nyeritain,

Tapi buat yang mau tahu, ke Sumedang aja gih. ntar gue nitip.


Langsung aja, keburu tahunya basi…

Hal pertama, Dimulai dari adanya ‘Haters’.

Entah kenapa dan alesannya apa, tiba-tiba gue punya haters di akun gue. gue bilang dia haters, karena dia kadang suka mention gue dengan kata-kata sindiran yang sebenernya lumayan bikin gue gondok ngebacanya dan bikin gue pengen daftar sekolah hacker di Rusia buat ngebajak akunnya, tapi niat itu gue urungkan, karena gue gak bisa bahasa Rusia dan gue juga ingat kalo nge-hack akun orang lain itu dosa, niscaya di akhirat nanti dihukum dengan cara disuruh ngebobol akun twitter Jack Dorsey—yang punya twitter. sulit.

(more…)

POP ART

Akhir-akhir ini gue sering gampang banget ngerasa bosan. Baca buku, bosan. Main gimbot aer, bosan. Baca buku sambil main gimbot didalem aer, bosan. Pokoknya semenjak menyandang status sebagai pengangguran gue jadi gampang banget ngerasa bosan gitu.

Biasanya kalo lagi bosan gini, gue nyari-nyari kegiatan baru yang belum pernah gue lakuin. misalnya nyoba nyetemin keyboard. Gue udah berusaha keras, tapi gak bisa-bisa. Ternyata yang gue setemin, keyboardnya keyboard handphone, udah gitu qwerty lagi, pantesan susah. pernah juga gue nyoba makan kerupuk sekaleng gak pake minum, tapi baru kerupuk yang ke empat gue udah kesedak, kesedak kaleng kerupuk. Tapi untung aja, pas kesedak, gue buru-buru minum air segelas, alhamdulillah kalengnya berhasil ketelan.

Terus gue pikir semua kegiatan itu hampir gak ada gunanya (sudah pasti, jelas). makanya buru-buru gue tinggalin, mumpung belum sayang-sayang banget. soalnya kalo udah sayang, ninggalinnya nanti agak sakit. Siapa coba yang gak sakit ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya?

(more…)

LORONG (YANG KATANYA) MENUJU CAHAYA

Pada lorong yang gelap itu, hanya ada aku dan kamu. berjalan lurus mencari cahaya, yang kata kamu ada tepat diujung lorong ini.


“Hei, Apakah ujungnya masih jauh?” Tanyaku yang berada dibelakangmu hanya beberapa meter saja.

“Jangan tanya aku. Mana aku tau. haha.” Kamu menjawab sambil tertawa. Tawanya menggema menyusuri seluruh dinding di lorong ini.

“Jangan bercanda, kamu kan yang mengajakku kesini. Kamu bilang ini adalah jalan yang tepat menuju cahaya.” Kakiku mulai pegal dan hatiku sedikit kesal.

Kamu menyalakan korek api dan membakar sebatang rokok, “Menurut cerita Ayahku, lorong ini sangat panjang. Bahkan kita bisa melewatinya selama bertahun-tahun. Hehe.” Tawa renyah yang kamu lontarkan itu semakin membuatku kesal.

“Hah, bertahun-tahun? Kamu sudah gila ya. Bagaimana kita mampu berlama-lama ditempat ini. Bisa mati kita!” Aku mulai cemas.

(more…)